Kembali eksplor
Manusia & Pengetahuan#PenggerakASIK

Partisipasi Bermakna Sudah Basi, Saatnya Partisipasi Penuh

Devyra mengajak kita melampaui jargon inklusivitas.

Min #ASIK · 4 menit baca · Catatan editorialIlustrasi editorial: Partisipasi Bermakna Sudah Basi, Saatnya Partisipasi Penuh

Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.

Karhutla bukan isu tunggal

Dalam Wirasena Youth Camp 2026 Kemenpora, Devyra mengangkat karhutla sebagai persoalan lintas sektor. Sekolah libur, risiko kemiskinan, sistem pangan, dan lanskap budaya adat saling terhubung. Menyederhanakannya menjadi urusan pemadaman saja membuat banyak dampak tidak terlihat.

Semoga kian banyak yang enggak hanya vokal bicara inklusivitas, melainkan juga jadi pelakunya.— Devyra

Inklusivitas perlu pelaku

Devyra juga meraih Juara 2 Video BISINDO pada Pekan Tuli Internasional 2026. Pesannya menantang kita untuk tidak berhenti pada kata-kata. Akses bahasa dan kesempatan mengambil keputusan harus menjadi praktik, bukan dekorasi kampanye.

Dari bermakna ke penuh

Partisipasi penuh mengajak orang ikut merumuskan persoalan, menentukan solusi, dan mengevaluasi hasil. Tidak semua orang perlu berkontribusi dengan cara yang sama, tetapi semua perlu ruang yang memungkinkan kontribusinya berpengaruh.

Sumber & catatan bacaan

  • Wirasena Youth Camp 2026, Kemenpora
  • Pekan Tuli Internasional 2026, Video BISINDO

Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Apa bedanya dilibatkan dengan benar-benar ikut memutuskan?

Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.

Bagikan perspektifmu