Kembali eksplor
Manusia & PengetahuanCatatan #ASIK

Not Natural, Not Neutral: Bahasa Bencana Menentukan Siapa yang Dilindungi

Bahaya bisa alami. Tapi siapa yang terdampak bukan soal kebetulan.

Min #ASIK · 6 menit baca · Catatan editorialIlustrasi editorial: Not Natural, Not Neutral: Bahasa Bencana Menentukan Siapa yang Dilindungi

Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.

Bahasa menentukan perhatian

Menyebut semua bencana “alami” dapat membuat ketimpangan terasa tidak terhindarkan. #NoNaturalDisasters membedakan bahaya alam dari bencana yang terbentuk melalui paparan, kerentanan, dan pilihan sosial.

Bahaya itu alami. Bencana terbentuk juga oleh keputusan sosial.— Refleksi atas #NoNaturalDisasters

Rentan menurut siapa?

#InclusiveDRR meminta kita mendengar kelompok yang sering dipinggirkan. Penyandang disabilitas, perempuan, atau masyarakat adat tidak otomatis punya kebutuhan yang sama. Label rentan harus membuka dukungan, bukan menghapus kemampuan dan suara mereka.

Audit cara kita mengetahui

Epistemic Audit mengajak memeriksa pengetahuan siapa yang dianggap sah. Epistemic Pluralism menawarkan ruang bagi berbagai cara mengetahui. Data teknis dan pengalaman warga perlu dipertemukan, bukan dipertandingkan untuk mencari pemenang tunggal.

Sumber & catatan bacaan

  • Kevin Blanchard, DRR Dynamics: #NoNaturalDisasters & #InclusiveDRR
  • Gerlak & Mukhtarov (2015), epistemic pluralism
  • Diskusi Epistemic Audit, Prof. Purwo, DPP UGM

Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Siapa yang punya hak mendefinisikan kerentanan?

Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.

Bagikan perspektifmu