Memahami Air Melampaui Batas Materialitas
Air bisa menjadi perantara kesucian, ingatan, dan identitas.
Bahaya bisa alami. Tapi siapa yang terdampak bukan soal kebetulan.
Min #ASIK · 6 menit baca · Catatan editorial
Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.
Menyebut semua bencana “alami” dapat membuat ketimpangan terasa tidak terhindarkan. #NoNaturalDisasters membedakan bahaya alam dari bencana yang terbentuk melalui paparan, kerentanan, dan pilihan sosial.
Bahaya itu alami. Bencana terbentuk juga oleh keputusan sosial.— Refleksi atas #NoNaturalDisasters
#InclusiveDRR meminta kita mendengar kelompok yang sering dipinggirkan. Penyandang disabilitas, perempuan, atau masyarakat adat tidak otomatis punya kebutuhan yang sama. Label rentan harus membuka dukungan, bukan menghapus kemampuan dan suara mereka.
Epistemic Audit mengajak memeriksa pengetahuan siapa yang dianggap sah. Epistemic Pluralism menawarkan ruang bagi berbagai cara mengetahui. Data teknis dan pengalaman warga perlu dipertemukan, bukan dipertandingkan untuk mencari pemenang tunggal.
Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.
Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.
Bagikan perspektifmu
Manusia & PengetahuanAir bisa menjadi perantara kesucian, ingatan, dan identitas.
Manusia & PengetahuanKetika angka dianggap paling benar, apa yang hilang dari cerita orang?
Manusia & PengetahuanDevyra mengajak kita melampaui jargon inklusivitas.