Kembali eksplor
Manusia & PengetahuanASIK Ngobrol

Emang Mana Angka dan Datanya?

Ketika angka dianggap paling benar, apa yang hilang dari cerita orang?

Min #ASIK · 6 menit baca · Catatan editorialIlustrasi editorial: Emang Mana Angka dan Datanya?

Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.

Sains bukan scientism

Sains penting, tetapi scientism membuat metode tertentu seolah menjadi satu-satunya jalan memahami dunia. Angka membantu, namun tidak selalu bisa merangkum rasa takut, kehilangan, atau pengalaman diskriminasi.

Pengalaman masyarakat juga merupakan pengetahuan.— Refleksi Min #ASIK

Pengetahuan yang bertingkat

Stigma jurusan IPA menunjukkan bagaimana pengetahuan sering dibuat bertingkat. Lived experiences dari masyarakat adat, warga miskin kota, dan penyandang disabilitas bisa dikesampingkan bahkan sebelum percakapan dimulai.

Bukan sekadar kutipan pembuka

Mengundang warga untuk berbicara tanpa memberi pengaruh pada keputusan adalah tokenisme. Pengetahuan mereka perlu ikut membentuk pertanyaan, metode, dan solusi. Jadi, selain “mana datanya?”, tanyakan juga “siapa yang belum didengar?”.

Sumber & catatan bacaan

  • Diskusi scientism, Prof. Omar W. Nasim
  • ASIK Ngobrol #2

Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pernah nggak pengalamanmu dianggap tidak sah karena tidak punya angka?

Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.

Bagikan perspektifmu