Kembali eksplor
Sanitasi & KeadilanKisah ASIK

Sentani yang Ramah Menstruasi

Dari 15 titik di Sentani, anak muda merancang ruang yang lebih peduli.

Min #ASIK · 6 menit baca · Catatan editorialIlustrasi editorial: Sentani yang Ramah Menstruasi

Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.

Kenambai-umbai: bareng-bareng

FIM Jayapura menjalankan Aksi Sehat Remaja Kenambai-Umbai di 15 titik di Sentani bersama 28 fasilitator muda. Kenambai-umbai berarti bareng-bareng. Kolaborasi dengan PGGP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan membantu menempatkan kesehatan remaja sebagai urusan bersama.

Cobalah desain model keterlibatan kaum muda yang partisipatif, bukan partisipaksa.— Kak Farah

Toilet impian bukan mimpi mewah

Lewat modul MKM, remaja membayangkan toilet dengan tempat sampah, cermin, akses disabilitas, dan kebutuhan menstruasi yang tersedia. Pembalut kain juga menjadi bagian pembicaraan. Kebutuhan praktis ini sering luput ketika desain dibuat tanpa mendengar penggunanya.

Mengalami dan memahami

Keterlibatan tidak cukup berhenti pada daftar hadir. Kaum muda perlu ikut mendesain dan mengambil keputusan. “Perempuan mengalami, laki-laki memahami” menjadi ajakan untuk merawat empati tanpa memindahkan tanggung jawab hanya kepada perempuan.

Sumber & catatan bacaan

  • Catatan program FIM Jayapura: Aksi Sehat Remaja Kenambai-Umbai
  • Modul Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM)

Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Kalau kamu merancang Toilet Impian, apa yang wajib ada?

Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.

Bagikan perspektifmu