Kembali eksplor
Air & Politik#PenggerakASIK

Repolitisasi Sektor Air

Alif bertanya: kenapa pembicaraan air terlalu sering hanya soal teknis?

Min #ASIK · 5 menit baca · Catatan editorialIlustrasi editorial: Repolitisasi Sektor Air

Ilustrasi generatif, bukan foto narasumber atau dokumentasi kejadian.

Di ruang konsultasi

Alif membawa kritik dalam Konsultasi Regional Asia-Pasifik menuju UN Water Conference 2026. Dominasi pendekatan teknis-saintifik dapat membuat aspek politik terlihat seperti gangguan, padahal keputusan air selalu membagi manfaat dan beban.

Membicarakan air berarti juga membicarakan siapa yang memegang kuasa.— Refleksi Min #ASIK

Hard path bukan satu-satunya jalan

Water Security versi hard path sering berpusat pada infrastruktur besar dan kendali pasokan. Soft path memberi perhatian pada kebutuhan, pengelolaan, ekosistem, serta institusi. Keduanya perlu dibaca secara kritis, bukan dijadikan label baik dan buruk yang sederhana.

Mengembalikan politik

Repolitisasi bukan berarti menolak sains. Epistemic pluralism memberi ruang bagi pengetahuan warga dan tradisi lain dalam menentukan persoalan. Pertanyaannya bukan hanya “bagaimana air tersedia?”, tetapi juga “tersedia bagi siapa, dan dengan konsekuensi apa?”.

Sumber & catatan bacaan

  • Konsultasi Regional Asia-Pasifik menuju UN Water Conference 2026
  • Literatur hard path, soft path, dan epistemic pluralism

Tulisan dikembangkan dari ringkasan editorial. Kutipan terjemahan/parafrasa diberi keterangan; pertanyaan dan refleksi bukan kesimpulan penelitian. Rujukan ditampilkan sesuai bahan yang tersedia, tanpa mengada-adakan tautan.

PERTANYAAN PEMANTIK

Pengetahuan siapa yang belum duduk di meja kebijakan air?

Nggak harus langsung punya jawaban. Kadang, pertanyaan yang baik justru awal dari percakapan.

Bagikan perspektifmu